Tanah Senilai Rp 2,25 Triliun, Aset Pemprov Rp 12 Triliun, Sebelumnya Rp 5 Triliun

 

SAMARINDA – Harta bergerak maupun tidak bergerak milik Pemprov Kaltim ternyata mencapai Rp 12,1 triliun. Sebelumnya Biro Perlengkapan Setprov Kaltim memprediksi nilai aset mencapai Rp 11 triliun (Kaltim Post edisi 22 Maret 2010). Jumlah ini, akumulasi dari enam kategori kekayaan. Yakni, tanah, peralatan dan mesin, serta gedung dan bangunan.

Ada juga jalan irigasi dan jaringan, konstruksi dalam pengerjaan, serta aset tetap lainnya. Hal ini diungkapkan Sekretaris Provinsi (Setprov) Kaltim Irianto Lambrie Selasa (23/3) kemarin. “Aset ini kan bersifat dinamis. Selalu bergerak. Itu baru angka sementara. Nantinya bisa bertambah kalau ada pengadaan baru. Bisa juga berkurang karena barangnya dilelang,” kata Irianto.

Seperti diketahui sejak 2009 lalu, Biro Perlengkapan Setprov mendata menginventarisasi dan mengidentifikasi aset pemprov, dan baru Maret ini tuntas. Dia menjelaskan, dari data itu, aset yang paling tinggi nilainya adalah pada kelompok jalan, irigasi, dan jaringan. Untuk item ini, nominalnya hingga Rp 4,5 triliun. Lalu tanah Rp 2,25 triliun, serta peralatan dan mesin Rp 1,064 triliun (lihat boks).

Sedangkan dari kategori tersebut, item yang paling banyak adalah peralatan dan mesin yang berjumlah 10 item. Di antaranya, alat-alat besar, alat-alat angkutan, alat laboratoriun, alat pertanian, dan alat persenjataan/keamanan. Tahun ini, kata dia, terjadi peningkatan nilai aset yang dimiliki jika dibanding tahun lalu. Tahun sebelumnya nilai aset masih berada pada kisaran Rp 5 triliun.

Kenaikan signifikan ini, terangnya, karena dulu masih banyak aset yang belum diidentifikasi dan diverifikasi. Misalnya, seperti tanah di satu daerah yang lokasinya sudah diketahui tapi surat-suratnya belum lengkap. Begitu juga dengan bangunan yang dulunya dimanfaatkan oleh instansi lain.

Selain itu, pihaknya tahun ini juga mengandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang tergabung dalam tim kecil untuk langsung melakukan inventarisasi ke lapangan. “Lagi pula usia Pemprov ini kan sudah tua. Tak mudah menelusuri aset-aset kita yang ada itu,” terangnya. Aset-aset Pemprov ini, sambung dia, tersebar di 14 kota/kabupaten.

Juga ada yang di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi. Jika ditinjau berdasarkan lokasi, aset-aset tersebut lebih banyak berada di Samarinda. Ini karena pusat pemerintahan ada di Kota Tepian. Otomatis kantor dan bangunan milik pemerintah berlokasi di kota ini. Sedangkan untuk jalan, yang nilainya paling tinggi tentunya banyak di kota-kota besar.

Karena memang jalan-jalan yang kualitasnya bagus hanya ada di perkotaan. Irianto menambahkan, untuk pendataan aset pada 2010, angka finalnya baru akan dikeluarkan pada akhir tahun. Ini sebagai bahan evaluasi dan pemantauan tahunan. Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pernah mengatakan, pendataan aset tidaklah mudah.

Karena, semua aset yang dimiliki tersebar di semua kota/kabupaten di provinsi ini. Menurutnya saat itu, kelemahan pendataan aset ini terjadi sejak pemerintahan sebelumnya. Harusnya, kata dia, soal pendataan sudah dilakukan sejak lama. Dan ketika menjadi Gubernur, dia pun menerima kondisi aset daerah yang tak terdata dengan baik. “Ini pekerjaan berat sekali. Tapi tetap harus kerja terus kan,” katanya, kala itu.(far/kpnn)

Rabu, 24 Maret 2010 , 09:02:00

 

Sumber : http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=33039

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: