40 Persen Aset Pasar Proyek Hilang Dicuri

BEKASI, (PRLM).- Sejumlah aset Pasar Proyek yang akan direvitalisasi di Jln. Ir. H. Juanda hilang dicuri dan dijarah orang tak bertanggung jawab. Diduga, maraknya aksi pencurian ini karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak juga lekas melakukan pelelangan pasar tersebut. Diperkirakan 40 persen asetnya telah hilang dicuri belakangan ini.

Komandan Regu Keamanan Pasar Proyek, Djayadisastra yang ditemui di lokasi, Selasa (22/6) membenarkan jika banyak aset pasar yang telah hilang dan rusak. Menurut dia, semakin lama Pemkot melakukan pelelangan dan memulai revitalisasi, akan semakin marak pencurian yang berakibat pada menurunnya harga jual aset Pemkot Bekasi itu. “Diduga maraknya aksi pencurian dan penjarahan karena Pemkot Bekasi terlalu lama memulai revitalisasi.

Pedagang disuruh cepat-cepat pindah, tapi bangunanannya ternyata tidak juga dilelang tetapi malah dibiarkan,” ungkapnya. Dikatakan Djaya, pencurian atau penjarahan marak saat pedagang beramai-ramai pindah ke tempat penampungan sementara yang berada di Jln. Mayor Oking, tepat di samping Pasar Proyek. Saat itu, sejumlah pemilik kios beramai-ramai mengambil rolling door milik mereka.

Namun, ternyata di antara mereka ada juga oknum atau pihak tidak bertanggung jawab yang berbaur dan mengambil aset yang tidak diambil oleh pemilik kios. “Saat itu, kan, kami tidak hafal siapa yang punya tokonya. Mereka ngaku suruhan yang punya toko, ternyata tidak,” lanjut Djaya.

Kejadian ini berlanjut belakangan ini. Sejumlah aset seperti kabel listrik, aluminium, batu, ubin, kaca, hingga kayu juga sering dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.

Akibatnya, kondisi kios tidak lagi seperti kios. Bahkan, sejumlah kios rusak berat akibat pencurian batu bata maupun kayu penyangga.

Pengejaran yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak membuahkan hasil karena kawanan pencuri lari melewati jalan belakang yang lansung ke sungai. Djaya juga mengeluhkan tidak adanya kompensasi dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) terhadap sejumlah petugas keamanan yang statusnya magang.

Dikatakan Djaya, seharusnya Pemkot Bekasi memberikan pengamanan tersendiri terhadap aset pasar sehingga harga lelangnya tidak jatuh. “Semakin lama dibiarkan, ya semakin turun juga harga jualnya karena semakin banyak yang rusak,” katanya menambahkan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi Edi Sukarna membantah adanya pencurian aset Pasar Proyek. “Keterlambatan lelang tidak akan berakibat fatal, seperti banyak kabar kalau aset tersebut ada yang hilang,” katanya.

Dia mengklaim hingga saat ini belum menemukan adanya asset yang hilang. Bahkan, menurut dia, kondisi bangunan masih utuh dan tidak ada yang tergeser. “Terlebih, berdasarkan dua hasil survei yakni dari Dinas P2B nilai aset Rp 1,5 miliar, sedang yang kedua dari tim independen yang hasil surveinya mencapai Rp 1,7 miliar,” katanya.

Sementara, kenyataan di lapangan, sejumlah bangunan telah rusak berat. Bahkan sejumlah kios di bagian belakang telah habis runtuh. Belum lagi kerusakan kios yang ada di dalam pasar. Hampir semua bangunan telah rusak, kecuali milik salah satu perusahaan yang berada di lantai dua. (A-155/das)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/116436

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: