Tertib Administrasi Aset Daerah

NEGARA dikabarkan menyita aset dan duit Rp 1,2 triliun di tangan manajemen PT Timor Putra Nasional. Proses penyitaan yang dilaksanakan Kejaksaan Agung itu disebut-sebut merupakan langkah hukum negara untuk menyelamatkan hak milik rakyat yang dikuasai manajemen milik Tommy Suharto tersebut.

Langkah hukum itu penting ditempuh Kejaksaan Agung. Tetapi, untuk mengurus proses pengalihan aset dan duit bernilai triliunan rupiah semacam itu dilukiskan kerap memerlukan biaya tinggi dan waktu lama. Padahal, upaya hukum tersebut belum tentu membuahkan hasil sesuai harapan. Selain ongkos yang keluar tidak murah, nilai nominalnya pun kerap tidak lagi sebesar kalkulasi semula akibat penyusutan nilai aset tadi.

Hak rakyat yang selama ini dikelola negara bukan hanya berupa aset dan uang yang dikantongi PT Timor Putra Nasional. Aset rakyat tersebar di berbagai lokasi. Namun, peta lokasi, termasuk gambaran nyata status, kondisi, dan jumlah aset negara tersebut kerap tidak memenuhi syarat tertib administrasi.

Akibatnya, terbuka kemungkinan aset negara disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Contoh, rumah dinas biasanya diperuntukkan kalangan pejabat aktif. Tetapi, praktiknya, ada rumah dinas yang tetap ditempati oknum pejabat yang telah pensiun. Bahkan ada pula pejabat negara aktif yang berupaya mengalihkan status rumah dinas menjadi hak milik perorangan.

Ada trik yang dipakai untuk menyiasati alih hak kepemilikan tersebut. Status rumah dinas dibelokkan dari golongan II menjadi golongan III. Jika rumah dinas berstatus golongan III otomatis oknum pejabat ini boleh mengalihkannya menjadi hak milik pribadi. Praktik semacam ini disinyalir pernah berlangsung di Jakarta. Seorang oknum pejabat negara sempat berupaya keras mengubah status rumah jabatannya menjadi kediaman pribadi.

Upaya penertiban administrasi dan pengelolaan aset negara bukan masalah sepele. Jika administrasi aset negara tertib otomatis nilainya dapat dikelola secara produktif menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak. Ini diperoleh melalui hasil renegosiasi kerja sama pengelolaan aset negara dengan pihak lain. Negara berhasil memperoleh pendapatan minimal Rp 250 miliar awal tahun 2010 dari upaya penertiban administrasi pengelolaan asetnya.

Proteksi hukum memang penting untuk melindungi tertib administrasi kepemilikan aset negara. Upaya kongkret sudah dilakukan pemerintah melalui Keppres Nomor 17 Tahun 2007. Keppres ini menjadi dasar lahirnya Tim Penertiban Barang Milik Negara. Tim yang dipimpin Menteri Keuangan ini beranggotakan tujuh pimpinan kementerian/lembaga yang bertugas melaksanakan upaya penertiban aset negara secara administratif, yuridis, maupun mengambil langkah hukum.

Namun, keberadaan tim ini tampaknya belum terbukti dapat mewujudkan hasil memuaskan dalam upaya penertiban aset negara yang belum jelas juntrungannya. Kalangan DPR akhirnya mengembuskan perlunya proteksi hukum lebih tinggi dalam bentuk perundangan-undangan. Kabarnya RUU Pengelolaan Aset Negara akan segera diajukan untuk makin memperkuat Keppres Nomor 17 Tahun 2007.

Urusan tertib administrasi aset rakyat yang seharusnya dikelola pemerintah daerah pun perlu memperoleh perhatian serius. Wujud aset tersebut bermacam-macam, bukan hanya berupa rumah dinas, gedung perkantoran pemerintah yang mangkrak, juga lahan tidur. Rumah dinas di sejumlah tempat di Kota Denpasar, misalnya, perlu dipertegas lokasi, status, kondisi, jumlahnya. Juga, gedung perkantoran maupun lahan lahan tidur milik pemerintah.

Pemerintah Provinsi Bali belum lama ini sudah melakukan penertiban aset lahan miliknya yang selama ini terbengkalai. Ini terutama tampak di sejumlah titik di wilayah Kota Denpasar. Setelah aset ini ditertibkan dipasang papan bertuliskan ‘Hak Milik Pemprov. Bali’. Pemerintah jangan hanya berhenti di situ. Langkah itu seharusnya segera ditindaklanjuti program pemberdayaan lahan tidur tersebut menjadi aset produktif. Ini berguna untuk menambah pundi pendapatan daerah dari sektor bukan pajak.

Sumber : http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailrubrik&kid=3&id=4034

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: