Rencana Pembelian Dua Fortuner : Bupati Menolak, Ketua DPRD Jalan Terus

 
 
Bangli (Bali Post) –
Bupati Bangli, Made Gianyar, bersikukuh menolak pengadaan kendaraan dinas Toyota Fortuner, dengan alasan situasi ekonomi. Sementara, pengadaan kendaraan yang sama untuk Ketua DPRD Bangli jalan terus.

Hal itu disampaikan anggota Pansus Aset daerah I Wayan Sudiartana alias Betet, Senin (30/8) kemarin. Menurutnya, proses penghapusan aset daerah berupa kendaraan lapangan bupati jenis Turbo oleh pejabat lama telah sesuai pedoman teknis pengelolaan aset daerah dan barang melalui Kepmendagri No. 17 tahun 2007.

Dalam aturan itu disebutkan penjualan barang dinas dan rumah golongan III. Bupati atau kepala daerah yang telah memiliki masa pengabdian lima tahun atau lebih, namun belum pernah membeli aset daerah, berhak membeli kendaraan dinas yang telah berusia 10 tahun lebih. Nilai pembelian mengacu Kepmendagri itu adalah 20 persen dari nilai barang. Jadi, jika dibeli dengan harga Rp 68 juta adalah wajar.

Menyangkut mengapa yang dibeli justru kendaraan lebih muda, bukannya Toyota Crown produksi 1994? Baginya, kedua kendaraan sudah sama-sama tua. Pejabat atau kepala daerah hanya boleh membeli satu. Kebetulan proses pengadaan kendaraan dinas tahun ini juga hanya satu unit untuk Bupati. Untuk itulah, proses pembelian kendaraan sudah sesuai aturan.

Sedangkan proses pengadaan kendaraan baru telah ada penetapan pemenang tender. Jika diubah atau melakukan addendum masih memungkinkan namun dengan syarat nilainya tidak lebih 15 persen dari nilai kontrak. Jika melebihi bisa menimbulkan konsekuensi hukum. Jika Bupati menolak pengadaan Fortuner dan meminta Kijang Innova, baginya wajar saja. Untuk kendaraan dinas Ketua DPRD Bangli akan tetap mengacu nilai kontrak berupa Fortuner. Selain pertimbangan hukum, kelayakan kondisi wilayah Bangli didominasi bukit. ”Jangan sampai sekarang menolak di kemudian hari justru mubazir dan minta lagi. Apalagi wilayah Bangli banyak curam dan berbukit, bukan wilayah datar seperti Kota Denpasar. ”Terima saja apa adanya. Jangan sampai sekarang menolak di kemudian hari justru mengeluh. Masih banyak medan di Bangli jalan tanah yang berlubang-lubang. Jika menggunakan Innova pasti akan sangat terbatas,” ujarnya. (kmb17)

 

31 Agustus 2010 | BP

 

Sumber : http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=2&id=41151

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: