Aset Banyak, Pengawasan Lemah

 

 

 

SAMARINDA – Transparansi dalam pengelolaan aset milik Pemprov Kaltim dinilai belum terlihat. Meski, sehari sebelumnya, Plt Kepala Biro Perlengkapan Setprov Kaltim Abdullah sudah menjabarkan total kekayaan pemerintah berupa aset berbagai jenis yang tersebar di 14 kabupaten/kota mencapai Rp 14 triliun.

“Itu ‘kan masih angka versi mereka. Angka-angka itu pun masih berupa data di atas kertas, riilnya di lapangan aset-aset itu bagaimana?” kata Direktur Pokja 30 Kaltim Carolus Tuah, kemarin.

Menurutnya, meski pemerintah sudah menjabarkan berupa angka-angka tentang aset daerah, tapi Tuah menilai posisi aset yang dimiliki belum terang. Karena, tak sedikit ada aset pemerintah seperti rumah dan mobil dinas yang masih digunakan oleh pejabat yang sudah pensiun atau tak berhak lagi. “Mengenai itu statusnya bagaimana juga?” tuturnya.

 

Dia menjelaskan, pemerintah harusnya jangan berhenti pada fase inventarisasi. Harus ada tindakan konkret dalam pengelolaan kekayaan daerah. Misalnya, melakukan perlindungan dan pengawasan. “Menjaga aset adalah tanggung jawab pemerintah, ini kewajiban pemda sebagai pemilik. Dalam hal ini peran DPRD masih kurang. Soal aset ini publik harus tahu, karena ini terkait dengan kekayaan yang dimiliki daerah,” tuturnya.

 

Terpisah, Sekretaris Kesatuan Masyarakat Peduli Pemerintah Bersih (Kammper) Kaltim Rachmadi A Rachim menilai pengawasan aset oleh pemerintah belum maksimal. Karena, berdasarkan pantauannya, masih banyak aset-aset yang tak dikuasai pemerintah. Misalnya, tanah yang justru digunakan oleh sekelompok warga.

 

“Di Samarinda ini ada lahan Pemprov yang kini ditinggali sama warga sejak lama. Nanti, kalau sudah begitu, Pemprov kesulitan lagi kalau mau mengambil,” katanya, kemarin. “Harusnya, ketika ada warga yang tinggal di lahan pemprov masih satu dua sudah ditegur, kalau sudah banyak kan susah,” lanjutnya.

 

Dia menambahkan, sekarang yang penting adalah setelah ada data inventarisasi, tinggal pemerintah menjalankan fungsi pengawasan terhadap harta-harta tersebut. Itu bisa dilakukan oleh Biro Perlengkapan dan Biro Umum, khususnya mengenai aset-aset bergerak.

Seperti diketahui, Biro Perlengkapan Setprov Kaltim memprediksi hingga 31 Desember tahun ini, aset Pemprov mencapai Rp 14 triliun. Plt Kepala Biro Perlengkapan Setprov Kaltim Abdullah mengatakan, jumlah aset yang sudah terdata hingga saat ini angkanya Rp 12 triliun.

 

Jumlah itu, adalah aset berupa tanah, peralatan dan mesin, gedung, jalan, irigasi, dan jaringan, aset tetap lainnya, serta konstruksi dalam pengerjaan. Dikalkulasi secara item, jumlah aset Pemprov yang tersebar di 14 kabupaten/kota  menyentuh 199 ribu item.  Dia menjelaskan, aset yang dalam proses pendataan ini mencapai 5.119 item angkanya setengah triliun.

 

Aset yang setengah triliunan itu belum tuntas dinilai karena pihaknya masih kesulitan mendapatkan data pengalihan.  Umumnya, yang belum dinilai itu adalah aset-aset yang dulunya dialihkan dari instansi vertikal kepada Pemprov. Selain itu, Pemprov masih punya belanja modal yang tahun ini menyentuh Rp 1,7 triliun.

 

Sampai saat ini diprediksi belanja modal sudah terealisasi 85 persen, maka angkanya berkisar Rp 1,5 triliun. Dengan demikian, terang dia, jika dikalkulasi, aset yang sudah ada, ditambah aset yang sedang didata dan belanja modal, sampai tutup tahun ini total aset yang dimiliki Rp 14 triliun. (far)

 

Kamis, 16 Desember 2010

 

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=82774

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: