Banyak Pejabat Pemko, Termasuk DPRD Medan Tak Pulangkan Mobil Dinas

Medan, (Analisa). Kabag Perlengkapan dan Asset Setda Kota Medan Muhammad Husni mengatakan sebenarnya memulangkan atau mengembalikan kendaraan dinas ini harus dimulai dengan kesadaran diri sendiri tanpa harus dipaksa apalagi jika sampai penyitaan. Kesadaran diri untuk menyerahkan mobil dinas tersebut sebagai asset Pemko Medan sangat penting, apalagi yang menggunakan mantan pejabat.

“Ada mobil dinas mantan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Mustafa Sutan Nasution dan beberapa mantan Anggota DPRD Kota Medan belum juga dikembalikan ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Tidak hanya itu, mobil dinas yang termasuk asset Pemko Medan tersebut ditaksir senilai miliaran rupiah termasuk mantan pejabat eselon III yang saat ini non job (tanpa jabatan) belum juga dikembalikan ke Pemko,” kata Husni kepada wartawan di Balaikota Medan, Selasa (3/5).

Dia menegaskan, secara analogi dan logika saja kita berfikir, ketika habis masa tugas yakni pensiun atau pun nonjob berarti sama dengan dukungan fasilitas padanya kan juga diberhentikan. Kita harapkan mobil-mobil dinas itu dikembalikan secepatnya sebagai asset Pemko Medan.

Dari data Bagian Perlengkapan dan Asset Setda Kota Medan tercatat, mobil dinas yang digunakan Mustafa Sutan Nasution saat menjabat Dirut PD Pasar jenis Toyota Kijang Krista kapsul warna hijau belum dikembalikan. Selain itu, mantan Anggota DPRD Medan yakni Syahdan Syahputra, Zainuddin, Yunus Rasyid dan beberapa Anggota DPRD periode sebelumnya seperti Zulfan belum juga dikembalikan.

“Untuk mobil dinas yang masih dipakai Mustafa itu, sempat diajukannya untuk dilelang mengingat masa nilai ekonomis mobil tersebut selama lima tahun sudah habis. Tapi proses itu diajukannya saat masih menjabat Dirut PD Pasar, dan saat ini bersangkutan sudah tidak lagi menjabat Dirut PD Pasar. Seharusnya mobil itu harus sudah dikembalikan, masalah proses surat menyurat untuk dilakukan lelang pada mobil itu urusan belakangan karena itu asset Pemko,” ujarnya.

Proses pengajuan lelang atas mobil itu, lanjutnya, bisa saja tidak disetujui walau dinilai sudah melewati masa nilai ekonomis. Namun, itu tetap aset dan milik Pemko Medan dan harus dikembalikan.

Husni menjelaskan, mobil Kijang Krista tersebut sejak awal terdata sebagai asset di Badan Perparkiran yang saat itu dijabat bersangkutan sebagai Kepala Badan. Namun, Badan Perparkiran dilebur ke Dinas Perhubungan Kota Medan dan bersangkutan menjadi Dirut PD Pasar juga memakai mobil dinas yang sama.

“Yang jelas apapun ceritanya, itu tetap asset Pemko dan harus dipulangkan. Untuk mobil dinas mantan Anggota DPRD Medan, saat ini kita juga sedang melakukan inventarisir data dengan Sekretaris DPRD Medan siapa saja yang masih menggunakan mobil dinas milik Pemko. Karena untuk mobil dinas yang berada di jajaran SKPD, merupakan tanggungjawab SKPD bersangkutan. Termasuk satu mobil dinas lagi jenis Toyota Avanza yang sampai saat ini masih dipakai mantan Kabag Hukum Lutfi dan belum dipulangkan,” jelasnya.

Dia menegaskan pihaknya sudah mengajukan surat keputusan (SK) Walikota untuk membentuk Tim Penertiban Pemakaian Kendaraan Dinas Pemko Medan yang terdiri dari unsur Bagian Asset, Hukum, Umum Setda Kota Medan, Satpol PP dan Kepolisian. Tim ini akan segera terbentuk setelah ditandatangani oleh Walikota Medan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan.

Sumber : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=94419:banyak-pejabat-pemko-termasuk-dprd-medan-tak-pulangkan-mobil-dinas&catid=31:umum&Itemid=30

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: