DPRK Bireuen Usut Aset Daerah dan Proyek Pemicu Utang

DPRK Bireuen membentuk dua tim pansus yang akan bertugas mengusut keberadaan aset daerah serta kelompok yang akan menginvestigasi keberadaan proyek fisik yang menjadi pemicu timbulnya hutang pemerintah daerah setempat.

Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad SE didampingi Wakil Ketua Tgk Syafruddin dalam keterangan pers di ruang kerjanya Kamis (19/5) menyebutkan, pembentukan kedua tim pansus ini merupakan agenda terbesar dewan pasca pengesahan anggaran 2011.

“Dua persoalan besar yang paling menjadi beban adalah laporan keuangan pemerintah yang menimbulkan hutang Rp30 miliar terhadap proyek di luar APBK Bireuen tahun 2008 dan 2009 serta persoalan inventarisasi aset tidak bergerak yang sangat amburadul,” kata Ridwan Muhammad.

Kedua tim pansus akan bekerja selama kurun waktu 12 hari, mulai kemarin hingga akhir Mei 2011 mendatang. Begitu pun, jika dalam perjalanannya mengharuskan penambahan masa kerja, maka pimpinan dewan akan menambah jadwal tersebut.

Tim pansus yang akan meneliti persoalan keuangan dan realisasi fisik dari kegiatan penyebab hutang daerah diketuai Effendi, wakil ketua Ir Askari serta Azhari Ahmad selaku sekretaris yang dibantu sembilan anggota tim.

Sedangkan pansus investigasi aset daerah yang telah di-SK-kan oleh pimpinan dewan, diketuai Ir Saifuddin MH, wakil ketua Dahlan ZA serta Munazir Nurdin selaku sekretaris yang juga dibantu sembilan orang anggota tim.

Tiga Tokoh

Untuk mendukung investigasi kedua hal tersebut, ujar Ridwan Muhammad, pihaknya turut melibatkan tiga tokoh sebagai anggota tim dari luar lembaga dewan. Ketiganya dinilai memiliki reputasi, kredibilitas dan keahlian.

“Kami melibatkan Drs M Nur Ibrahim, mantan Kabag Keuangan Setdakab Bireuen untuk membantu tim pansus yang bertugas melakukan investigasi realisasi fisik proyek, H Yusri Abdullah mantan anggota DPRK Bireuen untuk membantu tim investigasi aset serta DR Amri dari Fakultas Ekonomi Unsyiah. Kami menilai, ketiga tokoh ini memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik,” jelasnya.

Referensi dari kerja tim pansus keuangan dan realisasi fisik mengacu kepada Daftar Isian Pengajuan Anggaran (DIPA) 2008 dan 2009. Sedangkan tim investigasi aset mengacu pada referensi lembaran dokumen aset hasil limpahan dari Pemkab Aceh Utara (kabupaten induk).

Kedua tim dari lembaga dewan ini ujarnya, untuk tahap awal akan bekerja secara otoritas ; artinya, semua tahapan investigasi tidak melibatkan lembaga audit keuangan dan tim penertiban aset Pemkab Bireuen. Begitu pun, jika dibutuhkan, dewan bisa saja memanggil perwakilan eksekutif.

Dalam keterangannya, Ridwan Muhammad mengharapkan, pers dan masyarakat hendaknya dapat memberikan kontribusi positip guna mendukung kinerja kedua tim pansus, terutama dalam hal investigasi aset, dimana tim juga berharap adanya petunjuk dari tokoh masyarakat.

“Kami banyak menerima laporan masyarakat tentang aset daerah kita yang masih simpang siur, terutama aset-aset yang tidak bergerak. Dengan adanya kejelasan aset, kita harapkan akan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),”ujar Ridwan. (hel)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=96085:dprk-bireuen-usut-aset-daerah-dan-proyek-pemicu-utang&catid=42:nad&Itemid=112

About beritaaset

Aset untuk semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: